Just enjoy with my blog " change your life, change your think "

RSS

Teman-Temanku Pemabuk

http://108csr.com/webdata/do_you_know/1357544727_do-you-know_Inilah-Cara-Mengatasi-Kecanduan-Alkohol/headline.jpg

Di Indonesia mabuk adalah hal yang tidak bisa dipandang biasa atau sepele. Mereka yang mabuk adalah orang-orang yang di pandang nakal dan jahat bahkan berbahaya. Sedangkan di luar negeri, apalagi di korea, mabuk adalah hal yang sudah biasa dan tidak bisa dihindari bahkan bisa dibilang mabuk sudah menjadi tradisi. 

Sejak aku duduk di bangku SMP sampai di bangku SMA, tidak pernah aku tidak memiliki teman yang seperti itu. Ya … temanku yang berteman dengan barang haram itu, alcohol dan obat2an yang biasa juga kita kenal dengan oplosan. Mereka adalah teman2 cowok ku, kebanyakan memang aku akrab dengan teman2 cowok. Mereka tidak sadar bahwa penampilan mereka sangat berantakan di sekolah. Bagi mereka mabuk adalah satu-satu hal yang bisa menenangkan pikiran dan menghilangkan stress. Mereka yang mabuk karena cenderung kurang perhatian, putus cinta, brokenhome dan masih banyak alasan yang lain. Tapi kebanyakan mereka memakai barang haram itu, ketika putus cinta atau hanya sekedar ingin bersenang2 saja. Tapi untungnya mereka tidak pernah mengenalkanku dan menjerumuskanku pada barang2 itu, mereka hanya memakainya sendiri dengan teman2 mereka yang entah siapa aku tidak tahu. Walaupun mereka seperti itu, tapi mereka bukan orang jahat. Mereka hanya salah pergaulan. Bukannya aku suka atau sengaja berteman dengan mereka, hanya saja aku tidak pernah pilih2 teman dan mungkin sudah takdirku berteman dengan mereka. Mereka juga tidak pernah melukaiku, tapi cenderung melindungiku bahkan selalu menuruti keinginanku, hehehe.

Awalnya memang aku tidak pernah melihat mereka memakai barang itu di depan mataku.Tapi haruskah mereka menampakkan wajah berantakan itu di depanku, mata merah itu, tubuh lunglai itu, apa mereka pikir aku tidak tahu? Mulut yang berbau alcohol, dengan nada dan sikap nglantur itu. Dan haruskah mereka datang dan tidur dipangkuanku ketika mereka mabuk? Bukannya aku marah, malah aku kasihan. Aku muak, tapi aku juga khawatir. Mereka mengeluh perut mereka sakit dan mual, badan mereka panas, bagaimana bisa aku tidak kuasa melihat mereka yang terlihat menderita dengan barang haram itu di depanku, di depan mataku, di pangkuanku. Aku takut, aku bingung. Oh God, what the hell? Why? Please, don’t be drunk, In front of me! So, what should I do?

Apa yang bisa aku lakukan ketika mereka tak berdaya seperti itu. Aku tahu mereka tidak sadar, tapi haruskah mereka menunjukkan keburukan mereka di depanku. Apa mereka pikir aku tidak akan membenci mereka walaupun mereka melakukan hal seperti itu. Ahh … mereka memang benar, aku tidak bisa membenci mereka bahkan meninggalkan mereka begitu saja. Dasar …. Bagaimana bisa aku mempunyai teman2 seperti mereka. Haruskah aku bersyukur, entahlah … mungkin mereka yang harus bersyukur memiliki teman seperti aku, hoho.

Aku tidak tahu kabar mereka sekarang, entah masih atau sudah meninggalkan kebiasaan buruk itu. Ya … aku berharap mereka sudah berhenti dan melanjutkan hidup mereka dengan baik. Aku akan tetap menjadi teman mereka, dan mereka akan tetap menjadi teman2 ku. Karena mereka tidak harus dihindari.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

Pages

Powered by Blogger.

About Me

Followers