Just enjoy with my blog " change your life, change your think "

RSS

Suka Duka Kuliah di BSI



Kuliah di jurusan yang satu ini bukan hanya ada rasa sedih, kecewa, menderita, merana, galau, strees. Tapi ada juga saat aku merasa senang, riang, gembira, suka, dan bahagia. Pertama masuk kuliah, masuk kelas khususnya buju busyet dosennya ngomong inggris terus. Gila aku gak paham, ampun deh. Aku coba tanya sama temen sebelah, gak pakek acara malu2an to the point saja, “eh, tadi itu ibu nya ngomong apa sih aku gak paham”. Tau gak dia jawabnya apa, gak pakek acara malu2an to the point juga, “ emang kamu pikir aku paham, sstttt, aku juga kagak ngerti” glodak ….. ternyata aku gak sendirian, ada temennya hahaha. Dari situ aku tahu, belajar di sini bukan berarti semuanya pintar b.inggris dari awal, ada juga teman2 yang belajar dari nol.  
Awalnya aku benar2 terpuruk, karena aku merasa buruk. Tapi sekali lagi, aku gak sendirian aku mempunyai banyak teman. Dari mereka lah aku belajar, dari mereka juga aku banyak tahu. Aku belajar dari setiap kesalahan mereka, ketika mereka berbicara, presentasi, dan tugas. Aku memang selalu diam di kelas, itu bukan berarti aku gak paham, tetapi aku memang bener2 gak paham hahaha. Tapi dibalik diamku, ada usaha yang terpendam dalam2, entah kapan digali hehe. Sempat aku menahan air mata agar tidak menetes tanpa kendali, ketika aku benar2 gak paham apa yang dosen bicarakan saat di kelas. 
Pernah juga aku menangis ketika mengerjakan tugas yang membingungkan. Udah tugasnya gak jelas, susah, dikelas gak ngerti, tanya temen2 juga gak ada respon. Lalu apa yang bisa aku lakukan dengan kemampuan b.inggris ku yang terbatas ini. Salah satunya hanya bisa menangis. Hadew, sering nangis cuma gara2 tugas. Inilah galauku, mana galaumu!

Tapi ada hikmah di balik diamku. Ini pertama kalinya aku bikin dosen syok. Eit, jangan negative dulu, syok disini bukan aroma negative tapi positif. Di kelas speaking I, haduh gak banget deh aku gak ahli speaking-speaking English itu, males banget mau masuk kelas yang satu ini. Tapi aku gak pernah bolos soalnya masih semester 2, masih polos gak berani bolos hahaha. Jadi masuk kelas itu dengan rasa terpaksa, kasian-kasian-kasian. Udah gitu di kelas diam aja, mau ngomong takut salah, gak ngomong juga salah, euuwwhh. Hingga akhirnya memasuki masa2 ujian tengah semester, deg2an banget rasanya. Ntar ngapain yaa, ntar ngomongin apa ya, sulit gak ya, haduh gimana ini aku takut …. dan sampai akhirnya aku melewati ujian dengan lancar.

Alhamdulillah, walaupun aku ngrasa speaking ku gak ngawur2 amat hahaha. Beberapa minggu setelah ujian dosen ngasi tau hasil ujian kita, waktu giliran hasil ujianku, aku gak ngerti dosennya ini ngmong apa. Omongan yang aku tangkap cuma “ I was shocked”, hah, kenapa beliau syok aku bingung pikiranku udah negative gak karuan, takut nilaiku ceblok. Tapi anehnya, temen2 pada tersenyum manis padaku. Respon yang seperti apa itu, kok senyum2 pakek tepuk tangan segala. Bener2 penasaran dan gak pakek acara malu2an to the point saja, aku tanya temen ku setelah keluar dari kelas. “eh rek, itu tadi bapaknya ngomong apa sih, kok kalian pada tepuk tangan?”. Heehh, jadi dari tadi kamu gak paham bapaknya ngmong apa?”, dan responku hanya “hehehehe”. “Astaghfirullahalazim, tadi tu bapaknya bilang kalau beliau itu syok karena ternyata kamu itu bisa. Bapaknya ngira kamu itu gak bisa, soalnya pas di kelas kamu itu diem aja kayak orang begok. Tapi kamu menunjukkan kemampuanmu waktu uts”. Wow, daebak …. Satu point buat aku. Senangnya dalam hati, tapi tetap saja aku merasa buruk. Karena aku mengangap itu sebuah keberuntungan saja, dan itu gak akan terjadi untuk kedua kalinya. 

Di kelas ini juga structure I, ruwet markuwet bahasannya tentang tenses dan untuk pertama kalinya aku mengenal rumus2 ini. Tugas pertama masih santai, masih awal2, coretan2 dosen masih sedikit. Tapi lama kelaman, bukannya tidak ada coretan, malah coretan dosen semakin banyak, menunjukkan tulisanku semakin amburadul. Padahal aku merasa sudah cukup belajar dan berusaha memahami materi. Nilai uts ku juga jelek, tugas2 juga jelek, haduh alamat gak lulus ini. Aku hanya bisa pasrah, Allah tau apa yang terbaik buatku hehe. Hampir saja aku gak lulus pelajaran ini. Tapi apa yang terjadi, sekali lagi aku mendapat keajaiban walaupun hanya mendapat nilai C, tapi Alhamdulillah nilai uas ku cukup membantu. 
Begitulah seterusnya, keajaiban itu selalu muncul. Ini kata2 yang pernah aku dengar di film yang pernah aku tonton, katanya sih “miracle is another name of hard work” keajaiban adalah nama lain dari kerja keras. Kalau di pikir2 memang iya juga sih, kalau kerja kerasnya kurang keajaibannya ya pas2an. Kalau kerja kerasnya maksimal insyaallah keajaiban itu mengejutkan hahaha. Jadi intinya gak ada yang sia2, usaha sekecil dan sebesar apapun tetap akan membuahkan hasil, yang penting mau berusaha, belajar, kerja keras dan jangan lupa berdoa. fighting ... ^_^

 
http://3.bp.blogspot.com/-8Li5_WW-bRk/UmOHkPCwGkI/AAAAAAAAABw/sRukWZ4adH4/s1600/images+(2).jpg

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

Pages

Powered by Blogger.

About Me

Followers