Just enjoy with my blog " change your life, change your think "

RSS

Aku dan Perasaan ini (Part 1)



Alex, Reno, Dina dan aku bersahabat sejak kelas 1 dulu. Entah suatu kebetulan atau memang kita ditakdirkan bersama untuk menempati kelas yang sama selama masa sekolah. Aku bukan dari salah satu siswi yang terbilang rajin, juga tidak terbilang nakal. Tapi bisa dibilang sebagai siswi yang IQ nya tidak di atas rata-rata juga tidak di bawah rata-rata, alias biasa-biasa saja. Walaupun begitu aku tercatat sebagai siswi yang pernah masuk peringkat 10 besar ketika kelas 2 dulu, waahh, sebuah keberuntungan bagiku. Tapi aku tidak terlalu bangga, karena aku siswi yang biasa-biasa saja, hahaha.

Alex dan Reno. Kedua siswa ini, uuh, mereka paling oon di kelas. Memang dua sejoli yang bener-bener serasi. Bagaimana bisa mereka berteman begitu dekat dengan IQ yang sama2 di bawah rata-rata, dan yang paling menyebalkan lagi bagaimana bisa mereka menjadi sahabatku. Haaahhh, itu cerita yang sangat panjang, sudah lupakan saja itu sudah berlalu. Sedangkan Dina sahabatku yang paling imut adalah sang juara kelas, tapi sayangnya dia culun. Oh Tuhan, terima kasih telah memberiku sahabat-sahabat yang sangat super sekali ini. Fiiuuhh -_- 
“eh, Ra … tu tu … liat, pangeran mu lagi ngemper di depan kelas sama cewek-cewek kelas sebelah”. Tiba-tiba saja Dina membangunkan aku yang sedang asyik menikmati tidur siang di dalam kelas.  

“ahhh, apaan sih kamu din, ngagetin aja …. Gak tau apa tadi aku lagi mimpi indah, huh ganggu aja. Apa sih ada apa???”. tanyaku dengan sedikit kesal.

“itu loh ra … si Andi … itu liat.”

“apa sih ... din, udah biarin ah, aku lagi gak mood.”

“kamu kenapa sih ra, tumben juga kaya gini, kalau gak ada aja dicariin sekarang ada malah dicuekin. Huh dasar gak beres.”

“iihhh …. Gak kali. aku lagi galau din, jangan di ganggu deh.” Seraya aku memalingkan wajah.

“oh, galau teruuuss ….. gitu ya gak mau cerita, yaa wes ra, sakarepmu. Aku mau ke kantin dulu, laper.” Seketika Dina berjalan menuju kantin dan meninggalkan ku.

“loh din tunggu…, aku ikut.”

Andi, cowok paling keren di kelas 3. Badannya tinggi, putih, senyumnya manis, matanya sipit. Waahh …. Daebak. Siapa cewek yang tidak akan tertarik dengan cowok yang seperti dia. Tidak hanya keren tapi juga pintar dalam segala hal, cewek-cewek pada naksir sama dia. Fans nya bukan hanya teman satu angkatannya saja, tetapi adik-adik kelas juga tidak kalah heboh memuji cowok yang satu ini. Tapi siapa sangka kalau dulunya Andi adalah cowok culun, berkacamata tebal, rambutnya berponi, dan kebetulan dia pernah suka sama aku. Sayangnya dulu gak pernah aku respon, hahaha sok jual mahal.

Aku dan Dina sedang menuju kantin, di susul Alex dan Reno yang tiba2 mengikuti langkah kita dari belakang.

“Ngapain sih kalian berdua, ngikut mulu kerjaannya.” Kata ku kesal.

“Kamu kenapa si ra, dari tadi kok emosi mulu. Cerita dong sama kita kalau ada masalah.” tambah Dina heran melihat ku yang sedari tadi marah-marah gak jelas.

“Iya ra cerita aja, kita siap kok jadi pendengar setia mu.” Seketika Alex angkat bicara.

“Pasti masalah cowok, ya kan ra?” tebak si Reno.

“ya begitulah.” Jawab ku singkat.

Dina, Alex dan Reno merasa aneh dengan sikap ku sejak pagi tadi. Aku memang sedang bermasalah. Tidak biasanya aku diam selama berjam-jam tanpa ada senyum di wajah ku. Ah, aku memang sedang benar2 galau.

“Rek, gimana ini aku bingung.” Dengan wajah sok melas aku menyeruput es teh ku yang baru saja ku pesan.

“Apanya yang gimana, bingung kenapa? To the point aja kali ra, gak usah sok melas gitu.” Tanya Dina kesal.

“Iyooo ra, jujur aja.” Kata dua sejoli dengan wajah oon mereka.

“Tadi malem ada orang telfon aku, aku gak tau dia siapa, dia bilang aku harus temuin dia pulang sekolah nanti, dia nyuruh aku datang sendirian dan gak boleh bilang ke siapa-siapa, dia bakal celakain Andi kalau aku gak datang.” Curhat ku pada ketiga sahabatku.

“Hah, kenapa dia mau nyelakain Andi? Kan Andi gak ngapa2in? emang apa hubungannya sama Andi? Gak nyambung dong.” Tanya Reno kebingungan sambil menggaruk hidungnya yang agak mancung sedikit itu.

“Mungkin Andi temennya anak itu kali, tapi kalau emang iya apa hubungannya sama Rara? Tetep gak nyambung.” Tanggap si Alex.

“Mungkin dia mau balas dendam atau orang itu gak suka sama kamu Ra, emang kamu abis ngapain?” Tanya Dina penasaran.

“Tapi kenapa dia bawa-bawa nama Andi, gak ada hubungannya juga.” Tambah si Alex.

“Mungkin orang itu ngira, Andi itu pacar kamu kali Ra. Mangkanya dia ngancem mau nyelakain Andi kalau kamu gak mau nurutin keinginan dia. Emang kamu punya salah apa sih sama itu orang, kok sampai segitunya.” Dina menjelaskan opininya.

Aku diam sejenak, dengan menghela nafas panjang lalu kemudian aku mulai bercerita.

“Rek, sebenarnya kemarin itu aku …….




To be Continue ….



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

Pages

Powered by Blogger.

About Me

Followers